Suasana malam yang tenang pada Jum’at, 27 Maret 2026, dimanfaatkan oleh Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Kedungsuren bersama Pondok Pesantren Al Irsyad untuk menggelar kegiatan ziarah ke makam para ulama. Kegiatan ini menjadi momen penuh makna yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga mempererat kebersamaan antaranggota.
Rangkaian ziarah dilakukan dengan mengunjungi beberapa makam tokoh ulama, di antaranya KH Mustofa, KH Ahmad Rukyat, KH Wali Musyafak, KH Abu Chaer, Kanjeng Sinuhun Sunan Katong, serta Kyai Guru. Setiap kunjungan diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama, sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat akan pentingnya mendoakan mereka yang telah wafat.
Bagi peserta, ziarah bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga sarana untuk merefleksikan diri. Di tengah kesibukan dan dinamika organisasi, momen ini menjadi pengingat akan hakikat kehidupan serta pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi. Kebersamaan yang terjalin sepanjang perjalanan, mulai dari keberangkatan hingga selesai ziarah, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Interaksi yang terbangun secara alami ini menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga soliditas organisasi.
Menariknya, ziarah ini juga menghadirkan nuansa refreshing bagi para anggota. Di tengah berbagai aktivitas dan tanggung jawab organisasi, kegiatan seperti ini menjadi jeda yang menyegarkan, sehingga anggota tidak merasa tertekan dan tetap menikmati proses berorganisasi dengan penuh semangat.
Lebih dari itu, praktik tahlil dan ziarah yang dilakukan bersama juga merupakan bagian dari tradisi yang telah lama dijaga, khususnya dalam lingkungan Nahdlatul Ulama. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai ke-NU-an tidak hanya dipelajari, tetapi juga diamalkan secara langsung oleh generasi muda.
Kegiatan ziarah yang dilaksanakan oleh IPNU-IPPNU Kedungsuren bersama Ponpes Al Irsyad menjadi bukti bahwa aktivitas keagamaan dapat berjalan selaras dengan penguatan kebersamaan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai upaya menjaga tradisi, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat berorganisasi yang sehat dan penuh kekeluargaan.