Jerukgiling - Suasana Ramadhan yang penuh keberkahan terasa hangat di Masjid Al-Muttaqin, Desa Jerukgiling, Sabtu (7/3/2026) malam. Melalui kegiatan Tarawih Keliling, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kaliwungu Selatan bersama badan otonom (Banom) dan FORKOPIMCAM mengajak masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan semangat beribadah di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan yang berlangsung ba’da salat Isya hingga selesai tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh NU setempat, warga Desa Jerukgiling, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kaliwungu Selatan, serta Rois Syuriah. Kehadiran para tokoh dan masyarakat menambah khidmat suasana kebersamaan dalam rangkaian dakwah Ramadhan yang rutin dilaksanakan setiap tahun di berbagai desa.
Acara diawali dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kehangatan, dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Al-Muttaqin. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan pembukaan, sambutan dari para tokoh, penyampaian mauidhoh hasanah, hingga penutupan.
Tarawih Keliling ini menjadi bagian dari agenda tahunan MWC NU Kaliwungu Selatan untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat di berbagai desa. Tahun ini, Desa Jerukgiling menjadi lokasi ke-6 dari total delapan desa yang menjadi titik kegiatan selama bulan Ramadhan.
Dalam sesi mauidhoh hasanah, Kyai Muthohirin menyampaikan pesan-pesan dakwah yang mengajak jamaah untuk semakin mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia mengingatkan bahwa orang yang gemar membaca Al-Qur’an merupakan hamba yang sangat dimuliakan di sisi Allah SWT.
“Orang yang membaca Al-Qur’an sangat dirindukan oleh surganya Allah. Karena itu, mari kita isi bulan Ramadhan ini dengan memperbanyak tilawah dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan tadarus Al-Qur’an di masjid maupun musholla dengan cara sederhana, seperti memberikan makanan ringan atau jajan kepada para peserta tadarus.
“Memberi jajan kepada orang yang tadarusan itu juga bagian dari sedekah. Selain mendapatkan pahala, hal itu bisa menambah semangat mereka dalam membaca Al-Qur’an,” tuturnya.
Selain itu, Kyai Muthohirin mengingatkan bahwa ada beberapa golongan yang tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan, di antaranya orang yang menyakiti hati kedua orang tuanya serta mereka yang memutus tali silaturahmi. Oleh karena itu, bulan Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, terutama dengan keluarga dan kerabat.
Ia menegaskan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk meningkatkan iman dan amal ibadah sebagai bekal kehidupan di akhirat.
“Bulan Ramadhan adalah kesempatan bagi kita untuk memperbanyak amal kebaikan. Mari kita tingkatkan iman dan ibadah kita, agar kelak menjadi bekal yang menyelamatkan kita di akhirat,” pesannya.
Melalui kegiatan Tarawih Keliling ini, MWC NU Kaliwungu Selatan berharap silaturahmi antara pengurus NU dan masyarakat di desa-desa semakin erat. Selain sebagai media dakwah, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat.