Protomulyo - Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Al-Istiqomah Protomulyo pada Ahad (15/3/2026) pagi. Melalui kegiatan Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa, masyarakat bersama jajaran pengurus Nahdlatul Ulama Desa Protomulyo kembali menunjukkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan 1447 H.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Amanah dengan melibatkan berbagai unsur organisasi NU di Protomulyo. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Tanfidziyah dan Rois Syuriah PR NU Protomulyo, jajaran pengurus PR NU, pengurus UPZIS dan LAZISNU, serta seluruh Banom (Badan Otonom) yang ada di Desa Protomulyo.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 105 anak yatim piatu dan 70 warga dhuafa menerima santunan. Selain itu, delapan anak juga menerima beasiswa pendidikan sebagai bentuk dukungan agar mereka tetap semangat melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari para tokoh, kemudian prosesi penyerahan beasiswa dan santunan kepada para penerima. Para penerima santunan tampak bahagia dan bersyukur atas perhatian serta kepedulian yang diberikan oleh masyarakat dan lembaga-lembaga NU di Protomulyo.
Ketua Tanfidziyah PR NU Protomulyo, Bapak H. Subakin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial masyarakat yang dikelola melalui lembaga-lembaga NU, khususnya UPZIS dan LAZISNU.
“Kegiatan santunan ini merupakan bagian dari program sosial yang dikelola melalui UPZIS dan LAZISNU. Dana yang disalurkan berasal dari amanah masyarakat berupa zakat, infaq, dan sedekah yang kemudian kita kelola dan distribusikan kepada mereka yang berhak menerimanya,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat bagi anak-anak yatim, para dhuafa, serta menjadi ladang amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat,” tambahnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama sebagai bentuk kebersamaan antara panitia, tokoh masyarakat, dan para penerima santunan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama semakin tumbuh di tengah masyarakat. Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah secara pribadi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.