Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Ziarah dan Syawalan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Protomulyo pada Ahad sore, 29 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang spiritual melalui ziarah, tetapi juga menghadirkan nuansa santai dan menyenangkan lewat syawalan di pasar malam, sebagai bentuk keseimbangan antara ibadah dan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke sejumlah makam tokoh penting, di antaranya KH Mustofa, KH Ahmad Rukyat, KH Wali Musyafak, KH Abu Chaer, Kanjeng Sinuhun Sunan Katong, serta Kyai Guru. Ziarah ini dimaknai sebagai bentuk sowan atau kunjungan penuh adab kepada para ulama, sekaligus sebagai wujud penghormatan dan doa. Lebih dari itu, ziarah juga menjadi pengingat akan hakikat kehidupan dan kematian, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran spiritual bagi setiap peserta.
Tradisi ini juga menjadi bagian penting dalam melestarikan amaliyah Nahdlatul Ulama, khususnya tahlilan. Sebagai warga NU, menjaga tradisi tersebut bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga bentuk tanggung jawab dalam merawat warisan keagamaan yang telah mengakar kuat di masyarakat.
Setelah rangkaian ziarah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan syawalan di Lapangan Brimob Plantaran yang tengah diramaikan oleh pasar malam. Syawalan sendiri merupakan tradisi yang hadir di bulan Syawal sebagai wujud rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadhan. Umumnya, syawalan identik dengan halal bihalal, namun di Kaliwungu memiliki warna tersendiri dengan adanya pesta rakyat yang meriah setiap tahunnya.
Ciri khas pasar malam Syawal di Kaliwungu tampak dari hadirnya berbagai wahana hiburan seperti bianglala atau yang sering disebut “drembolen” atau “kurungan manuk”, kora-kora, ombak banyu, rumah hantu, dan beragam permainan lainnya. Kehadiran wahana-wahana ini menjadi pembeda yang mencolok dibandingkan pasar malam biasa di luar momen Syawal.
Kegiatan ini juga menjadi inisiatif dari Ketua IPNU Rochman dan Ketua IPPNU Muyasaroh yang ingin memberikan pengalaman berbeda bagi para anggota. Tidak hanya berfokus pada kegiatan formal, mereka berupaya menghadirkan suasana yang menyenangkan agar organisasi tetap terasa hidup dan tidak membebani anggotanya.
Melalui kombinasi antara ziarah dan syawalan, kegiatan ini berhasil mempererat solidaritas dan rasa kekeluargaan di antara anggota. Momen kebersamaan seperti ini menjadi penting, terutama dalam menjaga keharmonisan internal organisasi agar tetap solid dan penuh semangat.
Ziarah dan syawalan yang dilaksanakan oleh PR IPNU-IPPNU Protomulyo menjadi contoh nyata bagaimana kegiatan keagamaan dapat dikemas secara seimbang antara nilai spiritual dan kebersamaan. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan dan menjadi agenda rutin yang tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat hubungan antaranggota dalam suasana yang hangat dan menyenangkan.