Kendal, Ahad (15/2/2026) – Malam penuh kekhusyukan menyertai langkah awal berdirinya MI NU Terpadu 77 Protomulyo pada Ahad, 15 Februari 2026. Bertempat di gedung yang sebelumnya digunakan sebagai ruang belajar SMK, masyarakat bersama unsur badan otonom Nahdlatul Ulama memadati lokasi sejak pukul 19.30 WIB atau selepas salat Isyak untuk mengikuti pembacaan manaqib.
Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan IPNU-IPPNU, Ansor, Fatayat, Muslimat, serta warga sekitar. Kebersamaan mereka menegaskan bahwa kehadiran madrasah ini merupakan buah ikhtiar bersama.
Bangunan yang dahulu dikenal sebagai SMK NU 05 Kaliwungu Selatan kini bersiap menjalani babak baru. Perubahan fungsi ini dimaknai bukan hanya sebagai alih tempat belajar, tetapi juga keberlanjutan perjuangan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dari ruang lama yang menyimpan banyak cerita, akan tumbuh pendidikan dasar yang menekankan pembentukan karakter sekaligus kesiapan menghadapi tantangan global.
Rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak pagi. Tim pendiri bersama warga bergotong royong membersihkan ruangan, merapikan meja kursi, hingga menata kembali lantai gedung. Rasa syukur kemudian diwujudkan melalui selametan Sego Kendil Tutup Emas, sebagai doa agar perjalanan madrasah senantiasa mendapat keberkahan.
Ketua Dewan Pembina BPPPMNU, H. Fatkurochman, S.Ag, dalam sambutannya menekankan pentingnya kekuatan spiritual dalam merintis lembaga pendidikan. Menurutnya, usaha administratif dan penyediaan sarana harus berjalan seiring dengan doa serta pembacaan manaqib. Ia pun mengajak masyarakat, khususnya warga Protomulyo, untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MI NU Terpadu 77.
Dalam merintis lembaga pendidikan, kekuatan spiritual harus berjalan seiring dengan ikhtiar administratif dan penyediaan sarana. Karena itu, pembacaan manaqib dan doa bersama ini menjadi fondasi penting bagi berdirinya MI NU Terpadu 77 Protomulyo. Kami mengajak masyarakat, khususnya warga Protomulyo, untuk bersama-sama mempercayakan pendidikan putra-putrinya di madrasah ini.
Pada kesempatan itu turut diperkenalkan gambaran umum madrasah. Mengusung visi Modern, Cerdas, Religius (MONCER), lembaga ini diproyeksikan memiliki fasilitas yang memadai, kurikulum menyeluruh, serta didukung tenaga pendidik profesional. Berbagai program unggulan, aktivitas harian siswa, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi menjadi bagian dari perencanaan pengembangan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus BPPPMNU yang juga memimpin panitia pendirian, H. Subakin, S.Pd., M.Si, menyebut lahirnya MI NU Terpadu 77 sebagai amanah bersama.
Lahirnya MI NU Terpadu 77 adalah amanah bersama. Meski kondisi awal belum sepenuhnya sempurna, ini adalah dinamika wajar dalam merintis institusi baru. Dengan dukungan semua pihak, insyaallah madrasah ini akan tumbuh menjadi rujukan pendidikan dasar yang berakhlak dan kompetitif.
Penerimaan peserta didik, lanjutnya, tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kaliwungu Selatan, melainkan terbuka bagi masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian, madrasah diharapkan menjadi rujukan pendidikan dasar yang mampu membentuk generasi berakhlak dan kompetitif.
Pembacaan manaqib malam itu pun menjadi penanda kuat: berdirinya MI NU Terpadu 77 Protomulyo adalah gerakan bersama. Doa yang terucap dan keterlibatan berbagai elemen warga NU menjadi fondasi awal membangun masa depan melalui jalur pendidikan.