Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kaliwungu Selatan mendelegasikan rekanita Wulan Maghfiroh, Ketua PAC IPPNU Kaliwungu Selatan, untuk mengikuti kegiatan Latin-Latpel yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kendal pada Sabtu–Selasa, 20–23 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung di SMK NU 02 Rowosari, Wonotenggang, Kecamatan Rowosari, sebagai salah satu ruang penguatan kapasitas kader dalam bidang kaderisasi.
Latin atau Latihan Instruktur dan Latpel atau Latihan Pelatih merupakan jenjang pengkaderan nonformal tingkat lanjutan dalam organisasi IPNU-IPPNU. Kegiatan ini memiliki peran penting dalam mencetak kader yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki kompetensi sebagai pemandu, instruktur, dan pelatih dalam sistem kaderisasi.
Keikutsertaan rekanita Wulan Maghfiroh menjadi langkah positif bagi PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu Selatan dalam memperkuat sumber daya kader. Sebagai Ketua PAC IPPNU Kaliwungu Selatan, partisipasinya dalam kegiatan ini diharapkan mampu membawa pengalaman, wawasan, serta kemampuan teknis yang dapat diterapkan dalam proses kaderisasi di tingkat Anak Cabang maupun Ranting.
Lebih dari sekadar mengikuti pelatihan, delegasi ini menjadi bentuk komitmen organisasi dalam menyiapkan kader-kader yang siap membimbing, mendampingi, dan menggerakkan proses kaderisasi secara lebih terarah. Dengan bekal dari Latin-Latpel, kader diharapkan mampu memahami metode pelatihan, pengelolaan forum, serta strategi pendampingan peserta dalam berbagai jenjang kaderisasi IPNU-IPPNU.
Momentum ini juga menjadi inspirasi bagi kader lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Sebab, organisasi yang kuat tidak hanya membutuhkan semangat, tetapi juga kader yang memiliki kemampuan, pemahaman, dan kesiapan dalam mengelola proses kaderisasi secara berkelanjutan.
Selamat kepada rekanita Wulan Maghfiroh atas keikutsertaannya dalam kegiatan Latin-Latpel PC IPNU-IPPNU Kendal. Semoga proses yang diikuti dapat memberikan manfaat besar, baik bagi pengembangan pribadi maupun kemajuan PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu Selatan. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi bekal untuk memperkuat sistem kaderisasi dan melahirkan kader-kader yang semakin kompeten, loyal, serta siap berkhidmah.