Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Sukomulyo menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian pelajar Nahdlatul Ulama di tingkat ranting. Kegiatan yang digelar pada Minggu pagi, 12 Juli 2026, bertempat di TPQ NU 05 Al-Fattah Kemiri Sukomulyo tersebut mengusung tema “Harmoni dalam Kebersamaan. Mengepakkan Semangat Pengabdian Menuju Kepengurusan yang Progresif”.
Kegiatan pelantikan ini berlangsung dengan khidmat dan tertib melalui rangkaian acara yang diawali dengan pembukaan, dilanjutkan prosesi pelantikan, sambutan, doa, dan penutup. Prosesi tersebut menjadi tanda resmi dimulainya masa pengabdian kepengurusan baru PR IPNU-IPPNU Sukomulyo dalam menjalankan amanah organisasi.
Namun, pelantikan ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, pelantikan menjadi pintu awal bagi pengurus untuk membuktikan kesungguhan dalam berkhidmah, belajar, dan menggerakkan organisasi sesuai nilai-nilai perjuangan IPNU-IPPNU.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PAC IPPNU Kaliwungu Selatan, Wulan Maghfiroh, menyampaikan dukungan kepada kepengurusan PR IPNU-IPPNU Sukomulyo yang baru dilantik. Dukungan tersebut diberikan agar kepengurusan baru dapat menjalankan roda organisasi dan merealisasikan program kerja yang telah direncanakan dengan baik.
Kepengurusan baru juga diharapkan terus belajar, berproses, dan berkembang secara aktif serta progresif. Semangat, kekompakan, dan komunikasi dengan seluruh tingkatan organisasi menjadi hal penting yang perlu terus dijaga agar gerak organisasi dapat berjalan selaras dan berkelanjutan.
Perwakilan Pimpinan Ranting NU Desa Sukomulyo turut menyampaikan pesan bahwa amanat yang diucapkan dalam pelantikan tidak boleh berhenti sebagai formalitas. Amanat tersebut harus menjadi jalan untuk mengamalkan nilai-nilai yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan organisasi maupun lingkungan masyarakat.
Selain itu, disampaikan pula bahwa IPNU-IPPNU perlu terus menjaga keberlangsungan kaderisasi. Banyak anggota yang seiring waktu telah menua, tidak lagi aktif, atau keluar dari organisasi. Karena itu, tumbuhnya tunas-tunas baru menjadi kebutuhan penting agar perjuangan IPNU-IPPNU tidak berhenti di satu generasi saja.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa organisasi pelajar seperti IPNU-IPPNU memiliki tanggung jawab besar dalam merawat regenerasi. Kepengurusan baru tidak hanya dituntut menjalankan program, tetapi juga menumbuhkan anggota baru, menjaga kader yang ada, serta menciptakan ruang belajar yang sehat bagi pelajar Nahdlatul Ulama.
Melalui pelantikan ini, PR IPNU-IPPNU Sukomulyo diharapkan mampu menjadi wadah pengabdian yang harmonis, solid, dan progresif. Semangat kebersamaan yang telah dibangun diharapkan menjadi modal utama untuk melahirkan gerakan organisasi yang lebih aktif, bermanfaat, dan berkelanjutan bagi generasi pelajar NU di Sukomulyo.